“mas ndut saya telah enggak ajek nich? ” ucapnya dengan membuka semua busana yang menempel di badannya yang bagus itu. badannya yang bagus atas susunya yang sedemikian itu bahenol serta vaginanya yang menantang. panas dingin saya memandangnya. dengkul ini bergetar serta tubuhku dedar kolam mengantuk elektrik listrik 1000 watt. saya yang lazim memandang istriku berpukas, masa ini jadi lain.
di rumah saya lazim tidur atas berasaskan karpet. masa ini saya beradu kening atas ranjang glamor berbau harum, berlebih badan bagus tergolek di atasnya. tetapi badanku lalu menggigil serupa dihinggapi malaria berat. eh, enny sontak bangkit menghampiriku serta membebaskan semua pakaianku yang dari mulanya belum kubuka. saya hanya terbengong-bengong aja. kemudian..
“sekarang.. jika abang ndut berebahan.. ” ucapnya dengan mendorong badan telanjangku. saya berdasarkan aja. penisku lekas mengejang kala merasakan tangan halus enny mulai bertindak.
“wah.. wahh.. besar sekali penismu, abang ndut. ” Sweet Cheeks Less tangan enny lekas membelai-belai burung yang sudah memadat itu. lekas aja penisku yang telah bergembut-gembut itu masuk ke mulut enny. beliau lekas menjilati penisku itu atas kancap antusias. kepala penisku dihisapnya keras-keras, sampai membuatku merintih keamanan.
“accchh.. acchh.. ohhhh.. my godddd” saya tanpa siuman merintih merasakan nikmat sedetik. mengetahui keringatku yang melancur atas kencang sehingga melahirkan bau badanku yang minim enak, lekas saya mendorong kepala enny yang lagi mengulum penisku itu buat berpamitan minta diri ingin mandi dulu. kemudian, kuguyur badanku atas semua bagai sabun batangan serta air atar yang terdapat di danau kugosokkan biar badanku enak. tiga kran yang terdapat di danau kubuka segala serta kurasakan mana yang beraroma enak, kupakai buat menyehatkan tubuh. bukankah pendek lagi saya harus menjamu si puti kolam dewi?!
boleh jadi telah amat lamban saya di kamar mandi, merebak enny mengetuknya. sedemikian itu pintu kubuka, ah. enny berdiri atas badan montoknya. ohh.. seandainya yang memperlihatkan alat kelamin di depanku itu istriku saya tidak bakal melamunkan berangsur-angsur tentu langsung kudekap beliau. tetapi beliau ialah bini sahabatku. menggigilku yang telah luput durasi mandi mulanya, masa ini angot lagi. cepat-cepat saya masuk lagi serta menguncinya. di dalam kamar mandi saya bengap gimana hendaknya, kulaksanakan alias kubatalkan aja?
akibatnya malam itu terdesak batal. sampai pukul lima pagi saya lagi belum berani menjalankannya. memandang enny kolam dewi turun dari kahyangan, benar membuatku mengiler. tetapi kala beradu kening dengannya nyaliku jadi menciut. stori curang
esoknya rupanya enny melapor pada suaminya. serta saya ditegur erwin.
di rumah saya lazim tidur atas berasaskan karpet. masa ini saya beradu kening atas ranjang glamor berbau harum, berlebih badan bagus tergolek di atasnya. tetapi badanku lalu menggigil serupa dihinggapi malaria berat. eh, enny sontak bangkit menghampiriku serta membebaskan semua pakaianku yang dari mulanya belum kubuka. saya hanya terbengong-bengong aja. kemudian..
“sekarang.. jika abang ndut berebahan.. ” ucapnya dengan mendorong badan telanjangku. saya berdasarkan aja. penisku lekas mengejang kala merasakan tangan halus enny mulai bertindak.
“wah.. wahh.. besar sekali penismu, abang ndut. ” Sweet Cheeks Less tangan enny lekas membelai-belai burung yang sudah memadat itu. lekas aja penisku yang telah bergembut-gembut itu masuk ke mulut enny. beliau lekas menjilati penisku itu atas kancap antusias. kepala penisku dihisapnya keras-keras, sampai membuatku merintih keamanan.
“accchh.. acchh.. ohhhh.. my godddd” saya tanpa siuman merintih merasakan nikmat sedetik. mengetahui keringatku yang melancur atas kencang sehingga melahirkan bau badanku yang minim enak, lekas saya mendorong kepala enny yang lagi mengulum penisku itu buat berpamitan minta diri ingin mandi dulu. kemudian, kuguyur badanku atas semua bagai sabun batangan serta air atar yang terdapat di danau kugosokkan biar badanku enak. tiga kran yang terdapat di danau kubuka segala serta kurasakan mana yang beraroma enak, kupakai buat menyehatkan tubuh. bukankah pendek lagi saya harus menjamu si puti kolam dewi?!
boleh jadi telah amat lamban saya di kamar mandi, merebak enny mengetuknya. sedemikian itu pintu kubuka, ah. enny berdiri atas badan montoknya. ohh.. seandainya yang memperlihatkan alat kelamin di depanku itu istriku saya tidak bakal melamunkan berangsur-angsur tentu langsung kudekap beliau. tetapi beliau ialah bini sahabatku. menggigilku yang telah luput durasi mandi mulanya, masa ini angot lagi. cepat-cepat saya masuk lagi serta menguncinya. di dalam kamar mandi saya bengap gimana hendaknya, kulaksanakan alias kubatalkan aja?
akibatnya malam itu terdesak batal. sampai pukul lima pagi saya lagi belum berani menjalankannya. memandang enny kolam dewi turun dari kahyangan, benar membuatku mengiler. tetapi kala beradu kening dengannya nyaliku jadi menciut. stori curang
esoknya rupanya enny melapor pada suaminya. serta saya ditegur erwin.